ㅤ
ㅤ
Yanagiya
Shouhei
This is the story of a shaman who finally ended his first book with a beautiful last excerpt.
Pengenalan.
| Gelar | Tuan Yanagiya Keempat |
|---|---|
| Jenis Kelamin | Laki-Laki |
| Usia | 21 tahun (secara fisik) |
| ㅤㅤ | 23 tahun (usia sesungguhnya) |
| ㅤ | 363 tahun (modern AU) |
| Status | Abadi bersyarat |
| Pekerjaan | Onmyoji |
| ㅤ | Rakugoka |
Yanagiya Shouhei (柳家翔平, 15 Juli 1659 - sekarang) adalah seorang onmyoji dari Edo yang pernah diberikan status 'diberhentikan sementara' karena beberapa insiden terlarang di masa lalu.Setelah berhasil membuka semua kebenaran yang sengaja ditenggelamkan, ia pun sepenuhnya hengkang dari organisasi lamanya untuk menjadi onmyoji yang tidak terikat dengan biro manapun. Kini, ia mengejar ambisinya sebagai pencerita yang handal, tanpa mengalihkan perhatian pada insiden mistis yang tetap terjadi di sekitarnya!
ㅤ
Visual & Suara.
/ Visual /
FACE CLAIM: Kisei, dari Onmyouji.
Shouhei memiliki perawakan badan sedang, dengan rambut silver terurai sepunggung. Terkadang, ia mengepang rambutnya menjadi satu untaian ketika dirinya hendak pentas; untuk kemudian dilepaskan ketika memegang peran ‘wanita’. Shouhei mengenakan kimono yang dilapisi lagi juban panjang berwarna ungu atau biru. Dalam kesehariannya, ia terlihat suka sekali membawa kipas lipat putih yang tergores kanji marga./ Suara /
Normal.
Rakugo.

Personaliti.
ERA EDO, SEBELUM INSIDEN PERTAMA DAN KEDUADalam kesehariannya, tuan terakhir dari keluarga Yanagiya ini lekat dengan imej 'tenang, rendah hati, berwibawa, sayangnya tertutup dan aneh'. Disebut sebagai pribadi yang aneh, karena orang-orang melihat caranya memaknai beberapa 'hal' cukup berbeda dengan onmyoji lain.Meskipun ia terlihat pasifis, nyatanya paling sering bersuara di mimbar bersama, menjadikannya sering menjabat ketua tim ekspedisi.STORY QUEST I, KEDATANGAN PERTAMA DI THUNDERING BLOSSOMDikenal sebagai sosok yang ceria dan banyak bicara, berkebalikan dengan citranya dulu sebagai onmyoji yang 'tenang, berwibawa, dan tertutup' seolah ia melepas 'topeng' yang dibebankan sebagai tuntutan pekerjaannya dulu.Meskipun Shouhei terlihat memiliki pembawaan yang terbuka, ia masih lebih suka menyembunyikan kehidupan pribadi dan menghindari pembicaraan bertopik serius dengan orang asing. Sangat suka mengajak anak-anak kecil bermain, bahkan membelikan mereka makanan atau mainan meskipun itu artinya ia harus berpuasa seharian.STORY QUEST II, SETELAH INSIDEN KETIGASemenjak insiden ketiga, ia menjadi lebih tertutup, dan cenderung menghindari orang asing. Tidak lagi suka berbicara bertele-tele, lebih suka menjawab singkat apa yang ditanyakan lawan bicara. Sekarang menjadi lebih canggung dalam situasi informal, sehingga ia tak lagi melakukan rakugo sampai kembali ke Edo.STORY QUEST III, MENJELANG RITUAL TERAKHIR[SEDANG DALAM PERBAIKAN]AKHIR KISAH. KEMBALI KE HALAMAN PERTAMA.Setelah melepas keanggotaannya dari Onmyoryo secara resmi, tidak serta merta membuatnya meninggalkan penuh pekerjaannya sebagai Onmyoji. Dengan kembalinya ia bekerja sebagai seniman rakugo, ia kembali ke wataknya sedia kala; sumringah bersahaja, dan sedikit melembut yang dipenuhi kehati-hatian.Selalu menekankan diri untuk terus berbuat kebaikan dan meneruskan karya-karyanya sebagai bentuk penghargaan kepada semua orang yang telah membantunya di kisah terdahulunya.
ㅤ
ㅤ

Mengenal Lebih Lanjut …
1. Shouhei memiliki jangkauan suara yang luas, dimana ia bisa berbicara dan bernyanyi menggunakan suara wanita ataupun pria.
2. Tidak terlalu peduli dengan pandangan gender yang ditujukan kepada dirinya, ia menganggap dirinya hanyalah ‘Shouhei’.
3. Dulunya rambutnya berwarna hitam legam, sebelum 'mewarnainya' menjadi silver.
4. Selain bercerita dan bernyanyi, ia dapat menggambar dalam gaya ukiyo-e sebagai hobi sampingan.
5. Ia senang mengoleksi buku novel, dan jalan-jalan untuk mendengarkan cerita/rumor mistis.
6. Tipe MBTI yang dimiliki adalah ENFP, ISFP, ENFJ (setelah Story Quest III).
Lore.
Di dalam riwayat ini, ia tak lagi ingin menyemat kisah dukanya. Biarkan sang pencerita mengubur dalam kisahnya yang telah selesai, kini saatnya merangkai cerita baru di dalam buku keduanya.
Sehubungan dengan selesainya Story Quest III, pranala notion yang merangkum lore Shouhei secara menyeluruh telah diarsipkan.
Ability.
Kemampuan Dasar
Manipulasi Energi Ki ; Setiap syaman yang lulus dari Onmyōgakkō diwajibkan mampu mengendalikan kekuatan supranatural mereka yang berdasar dari lima elemen dasar; salah satu dari api, tanah, logam, air, dan kayu. Shouhei sendiri memiliki energi ki yang berdasar dari elemen air.
Onmyodo ; Ilmu magis berbasis okultik dan pengetahuan alam dari era Heian. Di zaman Edo, onmyodo telah dikembangkan lebih sederhana untuk mempermudah aplikasinya dalam keseharian para onmyoji. Ilmu onmyodo yang wajib dikuasai para lulusan Onmyōgakkō meliputi: peramalan sederhana, ilmu pemurnian, manipulasi ofuda, dan pengendalian shikigami.
Iaijutsu (di bawah pengajaran Shiratsuyu Nagisa) ; Ilmu pedang yang berfokus pada gerakan spontan dalam merespon bahaya mendadak. Ilmu Iajutsu berorientasi pada serangan balik, sehingga sangat jarang Shouhei menarik pedangnya terlebih dahulu.
Kemampuan Spesial
Kotodama ; Sebagai seseorang yang lahir dari keluarga Yanagiya yang diberkahi Ame-no-Uzume, Shouhei dikaruniai suara berkemampuan magis yang dapat mengontrol makluk roh secara langsung tanpa menggunakan media ofuda atau array. Pengendalian roh dilakukan dengan cara membawakan cerita rakugo, syair, ataupun skenario kabuki. Roh semakin mudah dikendalikan, apabila sang pencerita terlebih dahulu berhasil mengetahui riwayat hidupnya. Selain itu, dengan kemampuan kotodama, ia dapat langsung mengisi mantra pada kertas ofuda kosong.
Reverse (kemampuan terikat milik Shiratsuyu Nagisa) ; Kemampuan ini memungkinkan transfer total luka fisik yang diterima Shouhei ke tubuh Nagisa sebanyak 3/4 dalam jangka waktu cepat.
Theatre of Mortal→ Theatre from the Depth ; Shouhei dapat mendirikan alam fana guna memutus siapapun yang masuk ke dalamnya dari dunia manusia untuk sementara. Alam fana ini berwujud ruangan teater yang luas di dalam danau, dengan pemandangan air yang abstrak tetapi indah yang dapat mengundang kagum [untuk menonton visualisasi Theatre from the Depth sila klik pranala ini). Alam fana ini dapat digunakan sebagai tempat berlindung dan evakuasi sementara, mengunci sepenuhnya makluk roh yang telah dilemahkan, ataupun sekadar bersantai. Setiap makhluk roh yang terperangkap di dalamnya, secara otomatis terkena pengaruh kotodama milik Shouhei. Cukup sulit untuk merusak alam fana ini, kecuali memiliki kekuatan spiritual yang jauh lebih kuat dibandingkan Shouhei.
Kemampuan Terkutuk
The Curse of Eight-Hundred Years ; Mengonsumsi habis darah dan daging Ningyo berhasil membuatnya jadi seorang manusia yang berumur sangat panjang. Kutukan ini menghentikan perkembangan fisik, menciptakan kekebalan luka yang tidak bisa mengancam nyawa (tanpa mengurangi sakit yang dirasakan). Adapun untuk menghapus kutukan ini dapat dilakukan dengan cara: membakar habis tubuhnya dengan api yang dicipta dari panas matahari, ditenggelamkan ke dalam rawa Fukushu, mengambil paksa jiwanya.
Rakugo : "Shinagawa Shinjuu" ; Satu-satunya rakugo yang digunakan untuk ritual terlarang milik keluarga Yanagiya. Ritual ini dapat digunakan menyegel roh jahat jenis apapun untuk kemudian menghapus eksistensinya dari perputaran roda kehidupan. Berbeda dari kemampuan kotodama biasa; selama ritual ini berlangsung, roh jahat dapat dipaksa untuk dikontrol di bawah komando anggota keluarga Yanagiya tanpa harus dilemahkan, tanpa memandang tingkat kekuatan supranatural si roh jahat. Di dalam ritual ini, jiwa pengguna mantra akan digunakan untuk mengikat roh sehingga memungkinkan eksistensi pelaku ritual ikut terhapus sepenuhnya.
Catatan Penulis.
Halo! Di sini dengan tsubaki, selaku peraga dibalik karakter Shouhei! Terima kasih sudah mengunjungi dan membaca profil Shouhei hingga akhir catatan ini. Dengan ini, penulis berharap apa yang telah tertulis di dalam profil ini dapat mendeskripsikan seluruh informasi dengan jelas!Selanjutnya, bagi pembaca jangan sungkan untuk berbicara / melakukan dengan anak saya. Tetapi sebelum itu, sila membaca informasi dasar sebagai pedoman interaksi dengan Shouhei maupun penulis sendiri. Sekali lagi, terima kasih dan sampai jumpa di kesempatan yang lain!
